<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Raindrops &#38; Hi Heels</title>
	<atom:link href="http://rienayesha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rienayesha.wordpress.com</link>
	<description>just another corner of mine, sepetak asa untuk mulai melangkah lagi...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Oct 2011 16:40:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rienayesha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0084390c91d7065e438961c1c35616fe?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Raindrops &#38; Hi Heels</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rienayesha.wordpress.com/osd.xml" title="Raindrops &#38; Hi Heels" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rienayesha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memaknai blogging..</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/12/10/memaknai-blogging/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/12/10/memaknai-blogging/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 16:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/2008/12/10/memaknai-blogging/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya agak kagok milih judul yang tepat, tapi biarlah&#8230; tak apa, toh tidak ada pagu tentang pemilihan judul di blog. Hari ini, aku disindir lagi tentang blog yang &#8220;nda pernah di update&#8221; setelah sebelumnya entah&#160; beberapa kali si&#160; tetangga&#160; mengulang &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/12/10/memaknai-blogging/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=110&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Sebenarnya agak kagok milih judul yang tepat, tapi biarlah&#8230; tak apa, toh tidak ada pagu tentang pemilihan judul di blog. </p>
<p><span id="more-110"></span>
<p align="justify">Hari ini, aku disindir lagi tentang blog yang &#8220;nda pernah di update&#8221; setelah sebelumnya entah&nbsp; beberapa kali si&nbsp; <a href="http://sitoge.blogspot.com/" target="_blank">tetangga</a>&nbsp; mengulang kalimat yang sama setiap kali bertemu. Intinya, seperti comment yang tertulis di <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/18/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iv/" target="_blank">postingan terakhirku</a>.. <strong>kesungguhanku blogging dipertanyakan</strong>. Memang pada kenyataannya ini bukan sesuatu yang serius apalagi untuk diperdebatkan, tapi lama tergoda juga untuk curhat tentang kebenaran dari sisiku. Belum lagi kebetulan sekali ada yang bertanya tentang kemungkinan hosting sendiri&nbsp; dan juga obrolan tentang <em>komitmen</em> dengan <strong><em>simas</em></strong> tadi siang [meskipun topiknya jauh dari blogging].</p>
<p align="justify">Ditanya tentang kesungguhan, tentu jawabanku &#8220;aku sunguh2&#8243;. Tapi tentang bentuk kesungguhanku, komitmenku&nbsp; dalam hal blogging ini.. apakah memang harus digenerate dengan standar yang sama dengan cara blogger lain memaknai kata2 &#8220;sungguh2&#8243;?? rajin posting misalnya, atau menarik traffic yang sepadat mungkin?? atau tentang seberapa banyak rupiah dan dolar yang bisa dikumpulkan dari situ?? atau tentang pengakuan komunitas?? entahlah, selama ini toh aku selalu menjadi penonton saja dan tentunya.. terserah individu masing2&nbsp; bagaimana mengambil standar yang pass untuk dipakai dalam hal ini. Tapi bagiku, blog sama seperti pilihan akan cinta. Ini bukan tentang uang, bukan tentang pengakuan, bukan tentang apa2 kecuali media pembangun diriku untuk menjadi yang <strong>seutuhnya</strong>, jalan untuk membantuku menemukan arah&nbsp; tujuan akhirku nanti. </p>
<p align="justify">Bukan&#8230; bukan&nbsp; berarti semua hal diatas tidak penting untukku, tapi dimataku ini adalah tentang bonus.&nbsp; Tentang sebuah kepercayaan bahwa apapun yang diniatkan dengan niat baik akan membawakan kebaikan juga.&nbsp; </p>
<p align="justify">Aku rasa blogger lain tak akan menyangkal kalau aku katakan bahwa &#8220;blog adalah bentuk apresiasi untuk blogger itu&nbsp; sendiri, sebuah ruang untuk menjadi apa yang mereka mau&#8221;. Tentang apakah tujuannya menjadi seorang penyair,&nbsp; pemberi informasi, konsultan, pencari uang, da&#8217;i, moderator atau apapun itu.. tentu saja akan kembali ke diri blogger masing2. Apresiasi yang selalu berangkat dari cinta -baik kecintaan terhadap diri sendiri, profesi, gaya hidup, bidang, de el el-&nbsp; sebenarnya seragam. Kenyataan bahwa niat dan cara yang berlainan&nbsp; yang dipilih masing2 individu&nbsp; hanyalah bentuk pilihan yang berbeda, itu saja&#8230; </p>
<p align="justify">Dari sudut pandangku sendiri, blog adalah analogi kehidupan . Tempat untuk menjalani <strong>apapun </strong>untuk menjadi <strong>apapun,&nbsp; </strong>hanya perlu&nbsp; &#8220;memilih&#8221;<strong>. </strong> Jadi&#8230; akan kubiarkan blog-ku mengalir tanpa keterpaksaan, tanpa tekanan, tanpa intervensi. Karena aku percaya bahwa kehidupan, cinta, akan&nbsp; mengalir dengan sendirinya&#8230;&nbsp; </p>
<p align="justify">Bravo blogging, bravo kehidupan, bravo cinta!!! </p>
<p align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=110&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/12/10/memaknai-blogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan saatnya telah tiba,sayang&#8230; [part IV-selesai]</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/18/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iv/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/18/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 15:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/18/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iv/</guid>
		<description><![CDATA[Ku injak gas perlahan, aku coba menikmati perjalanan pulangku sore ini. Aku beruntung karena jalur pulang dan pergi ngantor melawan arus kemacetan bandung. Sebenarnya aku khawatir, sungguh aku masih bimbang dengan pilihan untuk mengirimkan kado ini atau menyimpannya. Kebelokkan mobilku &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/18/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iv/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=96&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Ku injak gas perlahan, aku coba menikmati perjalanan pulangku sore ini. Aku beruntung karena jalur pulang dan pergi ngantor melawan arus kemacetan bandung. Sebenarnya aku khawatir, sungguh aku masih bimbang dengan pilihan untuk mengirimkan kado ini atau menyimpannya. </p>
<p><span id="more-96"></span>
<p align="justify">Kebelokkan mobilku perusahaan ekspedisi langgananku. Aku mengambil tempat parkir yang paling ujung, sore ini hanya ada 3 mobil yang parkir disana. Kuangkat hand rem dan terdiam, kupandangi lagi kotak coklat yang kuletakkan di jok belakang mobil dan kuraih ke pangkuanku. Kubuka dan kuambil sebuah amplop berwarna coklat dan stiker kecil, tertulis ALDRIAN YUANDA dengan sebuah alamat lengkap di Surabaya.</p>
<p align="justify">Kukeluarkan sebuah kartu dan kubaca beberapa baris ucapan selamat ulang tahun disana, dan aku menangis lagi. Rasanya air mata ini begitu akrab di pipiku, terutama setelah dua pertemuan terakhir kami. Ketika itu dia bilang ia akan datang 2 hari setelah ulang tahunnya untuk merayakannya bersamaku, aku rasa… tak akan berbeda dengan tahun2 yang lalu, sebuah makan siang .</p>
<p align="justify">Akhirnya, kelelahan melandaku jua… aku selalu dilanda tekanan bathin yang menyiksa ketika mengingatnya. Seringkali di tengah malam aku terbangun dengan kepala yang pusing luar biasa, sungguh.. rasanya begitu berat memikirkan dia dan hubungan kami yang serba tak pasti ini.</p>
<p align="justify">Sehari sebelum ulang tahunnya, hari ini.. adalah klimaks dari semua rasa pedihku. Aku begitu ingin memilikinya, kubayangkan aku sedang membukakan pintu rumah kami dan menyiapkan sebuah pesta kecil untuknya, pesta yang hanya untuk kami berdua dengan lilin di setiap sudut rumah dan hidangan istimewa yang kumasak sendiri dengan tanganku. Bayangan yang membuatku kehilangan nafasku, setiap tahun… menjelang ulang tahunnya. Aku merasa seperti orang gila ketika menginginkannya dan aku rasa tahun ini aku sudah tak tahan lagi.</p>
<p align="justify">Kuusap airmataku, kubuka pintu mobil. Sambil membawa kartu, amplop dan stiker itu di tanganku kulangkahkan kakiku ke sudut sebelah kanan area parkir ini. Hanya beberapa meter dari mobilku, sebuah tempat sampah.. pelan kumasukkan ketiganya kesana. Dadaku semakin sesak dan airmataku mengalir semakin deras bersama lepasnya ketiga benda itu dari tanganku, kubiarkan diriku menangis kencang ketika sudah berada di dalam mobil lagi. Entah untuk berapa lama,</p>
<p align="justify">Begitu aku merasa sudah bisa mengendalikan diriku akhirnya kuarahkan mobilku memutar balik lagi mengikuti kemacetan, kali ini ke sebuah klinik besar di utara Bandung. Aku rasa aku tahu apa yang harus kulakukan sekarang.</p>
<p align="center">___…___</p>
<p align="justify">Kupandangi lagi wajahku di cermin kecil yang selalu menjadi bagian dari isi tasku. Mata ini&nbsp; sembab, tapi untunglah dengan sedikit polesan concealer ,blush on , dan lipstik orange aku bisa meyakinkan diriku bahwa wajahku tak lagi menggambarkan apa yang baru saja terjadi&nbsp; beberapa waktu yang lalu. Kucoba lagi mengulas sebuah senyum sebelum membuka pintu mobil dan melangkahkan kakiku ke arah loby klinik itu dengan membawa kotak coklat berisi sweater tadi.</p>
<p align="justify">Wajah di balik meja resepsionist itu, seperti biasa menawrkan senyum ramah ketika ku dekati.</p>
<p align="justify"><em>“selamat sore ibu aya, dokter sudah tahu kalu ibu datang??”</em></p>
<p align="justify"><em>“belum suster, tadi tidak berencana kesini” </em>jawabku</p>
<p align="justify"><em>“ohh.. tinggal satu pasien lagi ibu, mau saya beritahukan kalau ibu datang??”</em></p>
<p align="justify">kugelengkan kepalaku..</p>
<p align="justify"><em>“aku tunggu aja suster.. makasih ya..”</em></p>
<p align="justify">kususuri koridor yang menghubungkan loby dengan beberapa ruangan2 kecil di sebelah kiri. Tampaknya sore ini klinik ini sama lengangnya dengan perusahaan ekspedisi yang tadi kudatangi. Kuambil tempat di sofa biru tepat di depan&nbsp; ruang dengan papan nama yang menunjukkan siapa pemiliknya, dr.RADITYA Sp.S dokter spesialis saraf yang cukup terkenal di bandung.</p>
<p align="justify">kucoba untuk merasa senyaman mungkin sambil menonton tivi di seberang sofa. Sampai akhirnya seorang ibu2 berusia 50an tahun dan seorang gadis yang masih menggunakan seragam SMP keluar dari ruangan itu, tampaknya anaknya. Dibelakang mereka muncul sebuah wajah yang ingin kutemui sore ini, wajah tampan dengan senyum khas dan tubuh atletis berbalut jas putih. Dia sempat mengeryitkan dahinya sebelum akhirnya menyongsongku.</p>
<p align="justify"><em>“hai.. kok nda telpon dulu kalo mau dateng”</em></p>
<p align="justify"><em>“mata cekung, kecapekan ya??? “</em></p>
<p align="justify">aku hanya memberikan senyuman sebagai jawaban.</p>
<p align="justify"><em>“tunggu bentar ya, beres2 peralatan di dalem trus kita keluar”</em></p>
<p align="justify"><em>“ehhmm… qta semobil aja ya ntar yang satu biar disini aja” </em>tawarnya</p>
<p align="justify">buru2 kutahan langkahnya</p>
<p align="justify"><em>“tunggu, ini ada sesuatu”</em></p>
<p align="justify">kusodorkan kotak coklat tadi kepadanya… lagi2 wajah seriusnya muncul, dikeryitkan dahinya, dilemparkannya sebuah senyuman lalu menghilang lagi di balik pintu ruang praktiknya.</p>
<p align="justify">Kuputuskan sweater itu tak akan kutitipkan ke perusahaan ekspedisi manapun, dan aku rasa.. inilah saat yang tepat untuk mengakhiri semua yang sudah kujalani selama 3 tahun terakhir ini.</p>
<p align="justify">Kukeluarkan handphone ku dan mulai menekan beberapa tombol. Kubuka pesan masuk bertanggal kemarin..</p>
<p align="justify">“<em>maaf.. kedatanganku harus diundur sehari lebih lambat sayang, aku harus menghadiri pentas seni si kecil di sekolahnya. Tq… I luv u”</em></p>
<p align="justify">kutekan tombol <strong>reply</strong> dan kuketikkan sebuah pesan sebagai balasan,</p>
<p align="justify"><em>“mas, kau tak perlu datang untuk merayakan ulang tahunmu tahun ini, tidak juga untuk tahun2 berikutnya.. ”</em></p>
<p align="justify">kutekan tombol send, memandangi layar yang menampilkan sebuah nama dan aku tersenyum tepat ketika disaat yang sama dokter tampan itu keluar dari pintu yang sama dengan dimana dia muncul dan kemudian menghilang lagi tadi, kali ini bukan lagi dengan jas putih khas dokter.. tapi dengan sweater coklat kopi yang tadi ada di dalam kotak coklat yang kuserahkan padanya.</p>
<p align="justify"><em>“terimakasih,sweaternya bagus… “</em></p>
<p align="justify">kuredam rasa yang berkecamuk di kepalaku, dan kulihat layar handphoneku, ALDRIAN dan sederet nomor yang sudah sangat aku hafal, lalu kutekan tombol “OK” sambil beranjak dari sofa, menerima uluran tangan dokter tampan itu, dokter raditya, suami yang menikahiku 6 tahun yang lalu…</p>
<p align="justify"><em></em></p>
<p align="justify"><em><span style="font-size:medium;">Dan saatnya telah tiba sayang&#8230; untuk melepas semuanya dan belajar menerima, bahwa hidup tak selalu seperti yang aku inginkan.. Saatnya pulang&#8230;.</span></em></p>
<p align="justify"><em></em></p>
<p align="justify"><span style="font-size:x-small;"><a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/16/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iii/#comment-15"><em>Cerita sebelumnya</em></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=96&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/18/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan saatnya telah tiba,sayang&#8230; [part III]</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/16/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iii/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/16/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 15:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/16/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iii/</guid>
		<description><![CDATA[“hoiii…” lagi2 dana membuatku terkaget2, entah darimana datangnya tahu2 dia sudah berada disebelahkau lagi. “kok ngelamun terus sih non, ampun deh.. lihat ney, aku aja dah bawa 2 kantong, ehh.. kamu masih asyik aja ngelus2 sweater itu” “sorry.. bingung milihnya &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/16/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iii/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=92&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em>“hoiii…”</em></p>
<p align="justify">lagi2 dana membuatku terkaget2, entah darimana datangnya tahu2 dia sudah berada disebelahkau lagi.</p>
<p align="justify"><em>“kok ngelamun terus sih non, ampun deh.. lihat ney, aku aja dah bawa 2 kantong, ehh.. kamu masih asyik aja ngelus2 sweater itu”</em></p>
<p align="justify"><em>“sorry.. bingung milihnya ney”</em></p>
<p align="justify"><em>“itu yang lagi kamu elus2 bagus kok, coklatnya lucu.. buat pak dokter ya???&#8221;</em></p>
<p align="justify">aku hanya tersenyum, getir.. seandainya saja dana tahu…</p>
<p><span id="more-92"></span></p>
<p align="justify">
<p align="justify">kali ini aku beruntung sekali karena pembuat sweater yang kubeli sudah menyediakan kotak untuk menyimpannya, dan warnanya persis seperti yang kuinginkan.. coklat. Merk-nya tertulis dengan tinta emas di pojok atas, perfect. Hanya tinggal menambahkan sebuah kartu ucapan saja.</p>
<p align="justify">Kuucapkan terimakasih kepada kassa cantik yang sangat ramah kepadaku, terlihat masih muda, sekitar 20 tahun sepertinya. Jauh didasar hatiku, aku selalu berharap dulu aku bertemu dengan mas ketika aku masih seusianya. Masih punya cukup waktu untuk merancang semuanya. Aku sering berhayal tentang sebuah rumah kecil di kaki bukit dengan seorang lelaki bermata coklat disampingku tiap pagi, dia yang membangunkanku dengan secangkir kopi.</p>
<p align="justify">“Tapi bukankah ada garis nasib yang memang berada diluar jangkauan kita.. “ itulah kalimat penutup hayalanku.</p>
<p align="center">____….____</p>
<p align="justify">Makan siang kali ini aku rasa tak seistimewa apa yang dana ceritakan, entahlah.. mungkin karena perasaanku yang sedang campur aduk atau karena hal yang lain lagi. Tapi tak apalah, tadi.. meskipun hanya beberapa suap saja rasanya aku sudah cukup kenyang. Dana sudah langsung mengantarkanku kembali ke kantor dan aku hampir bersorak kegirangan ketika menemukan dokumen yang tadi dibawa pak aji sudah berada di mejaku lagi, lengkap dengan tanda tangan boss besar tanpa catatan apapun. Itu artinya saatnya editing beberapa slide yang merupakan paparan dari angka2 ini, hanya tinggal mengganti beberapa bagian utama saja dan bagian lain akan menyesuaikan seperti mauku.</p>
<p align="justify">Semangat memang membuat segala sesuatu jadi lebih mudah, aku membuktikannya karena 3 jam sama sekali tak terasa. Tanpa kusadari banyak hal yang sudah aku selesaikan, sholat, menyempurnakan beberapa slide, memperbanyak dan mengirimkannya via email dengan beberapa penjelasan singkat, mengurus dokumen cuti dan terakhir, membereskan mejaku hingga tak terasa jarum jam sudah jauh berlari mendekati angka 4. Saatnya mundur, sudah terbayang di pelupuk mataku kamar yang nyaman dengan suara gemericik air yang menyusup lewat pintu kaca di samping tempat tidurku bersama angin sore yang menyejukkan. Rasanya, setelah seminggu penuh bergaul dengan ketegangan… momen2 seperti itu akan terasa begitu menyenangkan. Hanya tinggal esok pagi, meeting sebentar dengan boss besar untuk memberi gambaran umum lewat slide2ku. Tak ada yang perlu aku siapkan lagi, semua angka yang tertera disana rasanya sudah di luar kepala. Dan lusa.. aku bisa memulai liburanku, tak ada kewajiban bagiku untuk mengurusi urusan kantor lagi sampai seminggu ke depan.</p>
<p align="justify">Tapi tiba2 bayanganku buyar ketika melihat kotak coklat di sudut meja, semangat yang tadi kumiliki rasanya seolah2 langsung menguap begitu saja. Sebenarnya yang harus kulakukan adalah mengirimkannya, dan selesai…</p>
<p align="center">___….___</p>
<p align="justify"><em>“Aku akan pindah mas, kali ini tak bisa ditunda lagi”</em></p>
<p align="justify"><em>“sudah setahun aku mengusahakan penundaan.. tapi kali ini tak ada alasan lagi”</em></p>
<p align="justify">airmataku menetes…</p>
<p align="justify"><em>“tenanglah, kita masih bisa bertemu sayang. Kumohon.. jangan menangis” </em></p>
<p align="justify"><em>“aku akan sering mengunjungimu meskipun jarak kita terpaut jauh”</em></p>
<p align="justify">seperti biasa, dia selalu mencoba menenangkanku</p>
<p align="justify"><em>“aku tahu sebenarnya aku tak boleh bilang begini mas, tapi 2 tahun aku menahan keluh ini. Aku tak bisa membayangkan kita semakin jarang bertemu…”</em></p>
<p align="justify"><em>“kesinilah, ke pelukanku. Aku mohon, jangan menangis lagi… lihatlah kita sekarang… meskipun di kota yang sama, dan setelah 2 tahun berlalu.. pernahkah kita melewatkan semalam saja bersama??? “ </em></p>
<p align="justify"><em>“tak akan ada yang berbeda sayang” </em></p>
<p align="justify">Digenggamnya tanganku, dia benar… sudah 2 tahun sejak pertama kali aku bertemu dengannya di sebuah gallery milik sahabatku. Saat itu aku sedang mengagumi sepasang lukisan kupu2 yang menurutku mempunyai aura yang tak terkatakan, dan tahu2.. dia sudah berada disebelahku.. bergumam sendiri tentang lukisan itu, hingga sejurus kemudian aku juga bergumam dan kami saling bertukar pendapat tentang lukisan itu.</p>
<p align="justify">Ketika akhirnya kami saling melempar senyum dan mengulurkan tangan, tak pernah kukira bahwa akhirnya kami akan melewatkan berbagai pameran2 lain berikutnya bersama2.</p>
<p align="justify">Hubunganku dengannya bisa dibilang aneh, aku tahu aku begitu menyayanginya dan begitupun sebaliknya. Aku tahu dia akan melakukan apapun untukku dan aku tak akan pernah keberatan untuk memberikan semuanya untuknya. Tapi hubungan kami selama 2 tahun terakhir berwujud lukisan, gallery, kafe, restoran, buku, kopi, butik, peluk dan cium, tak pernah bisa lebih.. bahkan meskipun kami begitu menginginkannya. Tidak juga untuk membawa hubungan kami ke arah yang lebih serius, tentu saja&#8230;</p>
<p align="justify">Pertemuan kami biasanya hanya 2 minggu sekali, kadang hanya 2 bulan sekali ketika kami terhisap oleh kesibukan masing2. Tapi justru itulah yang membuatnya tak pernah membosankan. Aku selalu merindukan tiap detik pertemuanku dengannya. Aku bisa membagi apapun kepadanya, bercerita berjam2 di sampingnya sambil menikmati kopi adalah hal terbaik yang bisa kulakukan untuk menyembuhkan kepenatanku selama berbulan2.</p>
<p align="justify">Pernah kami merencanakan liburan berdua ke Indonesia timur, tapi rencana itu tak pernah terwujud karena banyak hal.</p>
<p align="justify">Ada satu kesepakatan tak terucap dalam hubungan kami, kesepakatan yang terbentuk oleh diamnya sang waktu.. kesepakatan yang berbunyi <strong>“kami tak boleh berpikir tentang masa depan hubungan kami”</strong>. Ya.. keadaanlah yang membuat aku tak mungkin berjalan disampingnya sebagai pendamping seumur hidupnya, meskipun bayangan itu selalu menari2 di pelupuk mataku.. bayangan yang aku yakini juga ia lihat di matanya.</p>
<p align="justify">Kemejanya basah oleh airmataku, tapi dia tak melepaskan pelukannya..</p>
<p align="justify"><em>‘’kau harus pergi sayang, ini berat untukmu… berat juga untukku” </em></p>
<p align="justify"><em>“kita tahu persis kemana kaki kita harus melangkah dan kita berhasil menjalaninya selama ini, kuatkan hatimu….” </em></p>
<p align="justify"><em>“aku akan berusaha untuk mengunjungimu sesekali, aku yakin kesempatan itu akan datang kepada kita”</em></p>
<p align="justify">Diusapnya rambutku, dan ditatapnya dalam2 mataku.. menguatkan, menyuntikkan keyakinan dan energi kedalam jiwaku yang luka.</p>
<p align="justify">Dia selalu menepati janjinya, 3 bulan sekali dia selalu meluangkan waktunya untuk menemuiku, sekedar untuk makan siang dan menikmati kopi bersama.  Terakhir&#8230; 2 bulan yang lalu ia datang, berjanji akan kembali.. minggu ini.</p>
<p align="justify"><em><a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/14/dan-saatnya-telah-tibasayang%E2%80%A6-part-ii/#more-81">Cerita sebelumnya</a></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=92&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/16/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan saatnya telah tiba,sayang&#8230; [part II]</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/14/dan-saatnya-telah-tibasayang%e2%80%a6-part-ii/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/14/dan-saatnya-telah-tibasayang%e2%80%a6-part-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 06:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bu aya, bu… ibu… “ Aku tergagap ketika sadar ternyata satpam kantor berdiri hanya beberapa langkah di depanku. “ehh, iya pak..” “maaf, teman ibu sudah menunggu sejak beberapa menit yang lalu” “ohh.. iya, makasih ya Pak” di balik dinding kaca, &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/14/dan-saatnya-telah-tibasayang%e2%80%a6-part-ii/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=81&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>&#8220;Bu aya, bu… ibu… “</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Aku tergagap ketika sadar ternyata satpam kantor berdiri hanya beberapa langkah di depanku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“ehh, iya pak..”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“maaf, teman ibu sudah menunggu sejak beberapa menit yang lalu”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“ohh.. iya, makasih ya Pak”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">di balik dinding kaca, tepat di depan pintu utama, sedan merah hati milik dana sudah menunggu. Kaca depannya di turunkan sehingga aku bisa melihat dengan jelas supir yang sewot disana, wajah dana tampak berkerut2. Seketika itu juga senyumku mengembang. Ada perasaan senang kalau makhluk mungil itu mulai memasang wajah cemberut, dia terlihat lucu dengan kemarahan yang tak pernah bertahan lama karena kami tahu bahwa tak pernah satupun dari kami sengaja melakukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></p>
<p><span id="more-81"></span>Udara yang hangat langsung terasa ketika langkah kakiku tepat melewati pintu kaca yang memisahkan drop area dan loby yang baru saja aku tiggalkan. Tapi dingin yang tadi kurasakan akhirnya kutemukan lagi dari hembusan AC di mobil dana, dan… hangat itu pergi lagi dengan cepatnya. </span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Kusyukuri dingin ini, aku tahu bahwa hangat itu akan berubah menjadi panas yang membakar kulitku jika aku melangkah lebih jauh lagi melewati halaman gedung ini dan berdiri lebih lama di luar sana. Bandung memang sudah banyak berubah, cuacanya menjadi ekstrem sekali. Aku tahu persis hal itu, meskipun aku bukan penghuni asli yang sudah bertahun2 disini, tapi dulu aku begitu sering mengunjungi Bandung yang pernah kutemukan dengan kesejukan menyelimuti setiap sudutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“kok ngelamun aja sey, dari tadi aku dah lihat kamu tapi kamunya malah melongo aja.. ini juga masih kayak setangah sadar setengah enggak, untung satpammu dah hapal kalo aku kesini pasti jemput kamu” </em>tanyanya dengan wajah tersungut2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“sorry dan… lagi banyak pikiran”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“udah, urusan kerjaan itu mah lewatin aja. Kalo nggak hari ini kamu nggak akan punya waktu buat kesana, kamu sendiri yang bilang</em>”</span><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">&nbsp;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">aku hanya mengangguk pelan, ahh.. bukan karena itu dana…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><br /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Cukup 15 menit dan mobil dana sudah terparkir di tempat yang kami tuju.FO baru ini memang bagus, setidaknya interior dan konsepnya yang terlihat sangat matang. Konsepnya yang meniru istana-istana romawi begitu kental diramu di setiap sudut bangunan, meja, rak, cermin, dan beberapa bangku berhiaskan ukiran klasik<span> </span>tampak tanpa cela. Gordyn, wallpaper, sampai lantainya pun digarap dengan begitu teliti mulai dari pemilihan corak dan juga warnanya. Belum lagi air mancur di tengah ruangan dan beberapa patung yang ada, rasanya seperti berada di sebuah istana marmer, hangat dan homy sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Satu2nya yang membuatnya berbeda dengan sebuah istana sungguhan adalah pemandangan gantungan dan tumpukan entah berapa ribu potong baju aneka bentuk yang ditata apik sesuai warna dan jenisnya di seluruh ruangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Kulihat dana begitu bersemangat.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“tuhh kan apa kubilang, keren kan tempatnya.. masih banyak item yang didiskon ney”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“aku ke ujung dulu ya, kemarin ada baju yang aku taksir…”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“semoga belum ada yang nglihat ya.. soale kemaren aku sembunyiin tuh agak ke pojok , hehehe”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Ekspresi usilnya muncul, aku hanya menggelengkan kepalaku menanggapi kalimat itu, dan hanya dalam beberapa detik, tubuh mungilnya sudah menghilang di antara deretan baju2 cantik berwarna pink dan putih di sebelah kanan tempatku berdiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Kuikuti petunjuk di bagian tengah ruangan, tepat di sebelah tangga yang tampak begitu anggun mengular tepat di seberang air mancur dihadapanku. Hmm… <strong>men’s wear</strong> ada di lantai dua rupanya.<span> </span>Kuputari air mancur itu menuju ke arah tangga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Tanpa terburu2 aku menaiki satu demi satu anak tangga marmer ini, kunikmati dingin yang pelan2 menyusup di telapak tanganku. Dingin dari pegangan tangga marmer yang aku rasa terbuat dari bahan berkualitas tinggi, tapi entahlah.. mungkin juga sebenarnya tidak bgitu. Tapi untuk awam sepertiku menyentuhnya membuatku merasa benar2 seperti menyentuh sutra,<span> </span>halus dan dingin… agak kontras dengan aura ruangan ini yang serba hangat dengan dominasi kuning gading dan putih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Pemandangan di lantai dua tak jauh berbeda dengan apa yang aku lihat di lantai satu, hanya saja yang kutemukan disini adalah deretan baju2 untuk pria dan anak2 dan penataan ruangan dengan beberapa ornamen yang lebih ‘lelaki’.<span> </span>Hanya perlu sekali mengedarkan pandangan ke penjuru ruang ini untuk menemukan apa yang kucari, deretan sweater itu tepat berada di ujung foyer yang lagi2 dibatasi marmer, persis seperti pengangan tangga yang baru saja aku lewati.<span> </span>Di antara deretan gantungan2 itu sebuah manekin tampan ditata dengan posisi seolah sedang duduk melamun, memandangi lantai sambil meletakkan tangan di atas dadanya. Seperti seorang lelaki dengan kesedihan yang menyesaki dadanya. Ahh… tampaknya kesan hangat dari sweater berwarna coklat yang dipakaikan kepadanya tak mampu mengusir kesan dingin dan sendiri yang dirasakan manekin itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Hatiku berdegup kencang ketika mengayunkan kakiku kesana. Aku sendiri tak tahu sebenarnya perasaan apa yang berkecamuk didadaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Kubolak balik puluhan koleksi sweater dengan berbagai warna itu. Kebanyakan menggunakan warna monochrome dan gradasi dari coklat juga biru. Sebagian lagi menggunakan bahan dengan warna2 terang seperti yang sedang kupegang sekarang, merah maroon… sepertinya bagus,<span> </span>tentu kalau aku yang memakainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Entah berapa kali kuamati tiap detail dari sweater2 itu, tapi akhirnya aku kembali menatap sweater yang sama. Sejak awal mataku sudah tertumpu pada sebuah sweater rajut berwarna coklat kopi dengan motif geometris di bagian dada. Kesan sederhana membuatnya tak terlalu mencolok diantara yang lain, tapi justru kesederhanaan itu yang membuatku terpikat. Mengingatkanku pada dia, sosok pribadi yang tampak bersahaja tapi selalu mampu menghangatkan segala suasana di sekelilingnya. Tampaknya, itulah kenapa banyak wanita yang mengaguminya. Kubayangkan dia memakai sweater itu dan aku bersandar disana. Aku yakin dia akan menyukainya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">___….___</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"></span></strong>&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“Ayolah.. ceritakan padaku kenapa mas tidak mau membeli sweater baru lagi?? Yang aku tahu mas selalu<span> </span>memakai hitam dan abu2 saja”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Aku bergelayut manja di lengannya ketika menemani dia memilih setelan jas yang akan ia kenakan untuk sebuah acara resmi di Jakarta. Setiap kali kami mempunyai waktu belanja bersama, dia terlihat tertarik dengan beberapa koleksi sweater yang kami temui. Tapi dia tak pernah membawa pulang satupun dari mereka bgitu juga dengan sweater yang baru saja kami temui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Matanya mengerling nakal,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“ehmmm… “</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“coba tebak mana yang benar.. “</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“aku memang tak suka memakainya,<span> </span>atau… aku tak punya cukup uang atau….: </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“atau apa?” </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">tanyaku</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“atau karena sweater itu kenangan dari mantan kekasihku dulu..?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Mantan kekasih?? Ahhh, nampaknya dia memang senang sekali melihatku tersungut2. Aku tahu dia sedang menggodaku dari caranya menatapku sambil menanyakan pertanyaan itu, tapi.. bisa jadi yang dia katakan benar.<span> </span>Kulepaskan tanganku dari lengannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“tak suka memakainya, tampaknya tidak… mas beberapa kali<span> </span>memakai 2 sweater itu<span> </span>meskipun tak bisa dibilang sering”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“tak punya cukup uang apalagi, alasan yang mengada2”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“kalau kenang2an mantan sey.. mana aku tahu..”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">jawabku sambil memindahkan pandanganku ke deretan dasi2 classy di sebelah kiri kami.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“hehehehe”</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">dia tertawa senang, kulirik sekilas wajah nakalnya yang sengaja menggodaku.<span> </span>sungguh.. saat2 seperti inilah saat dimana tak ingin sedetikpun aku lewatkan. Mata dan tawanya seperti bocah kecil, hanya keceriaan yang kulihat disana… kejujuran dan ekspresi yang tak pernah dia buat2.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">dan selalu, sejurus kemudian dia sudah mengekori langkahku, sesekali mencubit pelan atau sengaja menggandeng lenganku, sesekali juga memelukku, dan sesekali menyenggolkan bahunya seolah tak sengaja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Masih dengan wajah menggoda di bisikkannya beberpaa kalimat dengan logat melayu yang kental,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“adoww… adek ney, cemburu selalu… masa kerana sweater sahaja adek tak nak lagi beri abang seyum adek yang manis tu.. ”<span> </span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">dia masih terkekeh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“okay…. Dengar sayang. Begini, aku tak ingin membeli sweater baru karena merasa belum perlu saja. Tak ada alasan khusus yang lain. Dua sweater itu juga bukan aku sendiri yang membelinya meskipun sebenarnya, seperti yang kamu bilang,<span> </span>aku cukup suka memakainya. Dan.. ya…sweater itu memang kenang2an, dari para kekasihku ..”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“bukan mantan, tapi masih kekasihku , ke ka sih ku… ” </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">tampaknya dia menunggu perubahan ekspresiku,masih dengan senyum nakalnya. Setelah agak lama dia menatapku dan aku rasa yang dia cari tak ditemukan, dia melanjutkan kalimatnya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>“Kau tahu… satu dari mama di tahun kedua aku pindah ke Jakarta, dan satu lagi dari lisa, oleh2 dari jepang”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">wajahnya berubah serius ketika menyebut nama lisa.. adik kandungnya yang meninggal beberapa tahun yang lalu karena kanker.<span> </span>Kurangkul lagi lengannya..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“aku tak benar2 cemburu kok mas.. meskipun itu dari mantan kekasihmu, atau bahkan kekasihmu sekalipun.. apalagi kalau itu dari mama n lisa. Aku memang tak boleh merasa begitu”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“kalau tidak. aku tak akan pernah punya kesempatan indah bersamamu”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“maafkan aku ya mas”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“dengar sayang, akulah yang harus meminta maaf kepadamu untuk semua keadaan ini..”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><span></span>“ahhh…. Seandainya saja..”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">wajahnya bertambah sendu, duhh.. aku rasa aku mengucapkan kata2 yang salah lagi.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">Buru2 kuletakkan telunjukku di bibirnya, saat2 seperti ini selalu terasa menyesakkan. Dia mengerti, sekian tahun bersama.. ada kesepakatan tak terucap diantara kami bahwa moment sekecil apapun yang kami punya tak boleh dirusak oleh hal2 seperti ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“kalau suatu hari aku membelikan satu untukmu, maukah kau memakainya mas??”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">“tentu saja, asal tak ada gambar kartun atau bunga-bunga besar, atau gambar2 aneh yang lain disana”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;">dia mengerling lagi, dan kami tertawa bersama… lepass…&nbsp; </span></p>
<p>Aku terus menerus tertawa bersamanya hari itu,hmmm… satu setengah tahun yang lalu dan ingatanku masih begitu segar tentang segala kejadian yang kami lalui.
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><a title="part I" href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/12/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-i/"><span style="font-size:11pt;font-family:georgia;"><em>Cerita sebelumnya</em></span></a></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=81&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/14/dan-saatnya-telah-tibasayang%e2%80%a6-part-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dan saatnya telah tiba,sayang&#8230; [part I]</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/12/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-i/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/12/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 10:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/12/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-i/</guid>
		<description><![CDATA[Adzan baru saja terdengar dari masjid di komplek kantorku, membelah siang yang panas terik, menyiramkan dingin yang menenangkan di hati. Kulirik jam tanganku, 11.44 ehm&#8230; masih harus menunggu 15 menit lagi untuk meninggalkan meja. Kupaksakan diri menelusuri kembali deretan angka &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/12/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-i/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=66&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Adzan baru saja terdengar dari masjid di komplek kantorku, membelah siang yang panas terik, menyiramkan dingin yang menenangkan di hati. Kulirik jam tanganku, 11.44 ehm&#8230; masih harus menunggu 15 menit lagi untuk meninggalkan meja.</p>
<p><span id="more-66"></span></p>
<p align="justify">Kupaksakan diri menelusuri kembali deretan angka di lembar lembar kertas di tanganku meskipun rasanya kepalaku sudah berat, menagih haknya untuk diistirahatkan. Berharap kerja kerasku ini benar2 tanpa cela sehingga aku bisa bebas mengambil cutiku lusa. Memang, sudah seminggu ini aku lembur sampai larut malam demi lembar2 laporan ini. Kata <em>&#8220;revisi&#8221;, &#8220;konfirmasi&#8221;, &#8220;crosscheck&#8221;</em> terasa begitu akrab denganku, begitu mudah ditemukan di lembar2 bahan laporan, di telpon , email, dan nota2 kecil yang menempel di papan yang ada disebelah kananku.</p>
<p align="justify">Sebenarnya ini pekerjaan rutin setiap empat bulan, tapi aku tak tahu kenapa kali ini banyak sekali kesalahan yang memaksakan brainstroming hampir di setiap saat.<br />
meskipun aku coba, aku sudah tak bisa fokus lagi ke angka2 itu.. jadi, biarlah. Kalaupun nanti masih ada yang dipertanyakan, biar nanti saja kupikirkan lagi. Kupanggil Pak Aji, OB yang membereskan segala sesuatu di divisiku selama setahun terakhir. Ketika berkas laporan kusodorkan, tanpa kuberitahu dia sudah mengerti bahwa ia harus membawanya ke sebuah ruangan di lantai 3. Entah sudah berapa kali ia melakukannya dalam seminggu terakhir. Kuucapkan terimakasih sebelum ia berlalu.</p>
<p align="justify"><em>&#8216;coz I&#8217;m so sick of love song&#8230; so tired of tears. So down with wishing.. u r still here&#8230;&#8217;</em></p>
<p align="justify">tiba2 terdengar suara akon mengisi udara tepat saat mataku tertumpu pada arloji di pergelangan tangan, kulirik layar handpone yang bergetar di sebelah keyboard. Telepon dari dana, sahabat karibku 3 tahun ini. Meskipun malas, aku meraihnya dan mau tak mau akhirnya menekan tombol hijau disana.</p>
<p align="justify"><em>&#8220;hi dan&#8221;</em></p>
<p align="justify"><em>&#8220;hi non.. masih sibuk ya??? aku dah on the way ke kantormu ney, kemaren aku ke FO yang pernah aku ceritain kemarin.. koleksinya joss banget tuh, blom lagi tempatnya yang homy buuuuuuanget.<br />
Jadi pokoknya hari ini kita kesana aja ya.. nda sah ke FO langganan kita dulu&#8221;</em></p>
<p align="justify">dana bgitu bersemangat di seberang sana, dan… ehh.. ohh.. ke kantor??? FO??<br />
Dohh… kupukul jidatku..</p>
<p align="justify"><em>&#8220;hei&#8230; halo&#8230;&#8221;</em></p>
<p align="justify">sambungnya penasaran setelah aku tak bereaksi apa selama sekian detik</p>
<p align="justify"><em>&#8220;eh iya.. anu.. ehh&#8230; sorry, he eh&#8221;</em></p>
<p align="justify">kataku terbata-bata</p>
<p align="justify"><em>&#8220;kamu kenapa sey??? jangan ngelamun dong, gimana ney.. jadi kan?? Ntar habis itu kita maksi di sebelahnya tuh, ada iga bakar yang lezat banget&#8221;<br />
“atau, gi sakit ya???”</em></p>
<p align="justify"><em>&#8220;enggak kok dana… oke deh, aku turun ke loby sekarang. kita bertemu disana&#8221;</em></p>
<p align="justify">Kurapikan beberapa lembar kertas yang memenuhi mejaku. Kusambar dompet dan segera aku beranjak dari ruanganku.</p>
<p align="justify">Aku baru ingat, minggu lalu aku sudah membuat rencana untuk hari ini bersama dana. Mengunjungi sebuah FO baru di pinggiran kota Bandung untuk berburu kado. Kuturuni satu persatu anak tangga yang membawaku ke lantai dasar dengan perasaan yang aneh, ada perasaan enggan dan gamang untuk pergi siang ini terutama sekali karena kado itu. Sejak 3 tahun yang lalu di tanggal yang sama dengan hari ini sebuah kado dengan kotak berwarna coklat pasti sudah tersimpan di lokerku. Kado itu…</p>
<p align="center">___….___</p>
<p align="justify"><em>“Thank you say, aku suka perpaduan warnanya. Aku rasa kalau aku memakainya aku bertambah macho ney”</em></p>
<p align="justify">dipandanginya jam tangan sport yang baru saja ia lingkarkan di pergelangan tangan kirinya sementara tangannya yang lain masih memegang kotak coklat berukuran 10 x 10 x 6 cm yang tadinya adalah kotak pembungkus jam tangan itu.</p>
<p align="justify"><em>“kalau begitu sebaiknya hadiahnya aku minta lagi”</em> kataku</p>
<p align="justify"><em>“lho.. kenapa??”</em></p>
<p align="justify"><em>“kalau mas tambah macho pasti semakin banyak wanita yang mengikuti mas, belum pake jam itu saja aku harus bersaing dengan banyak wanita di luar sana”</em></p>
<p align="justify">Meskipun tak benar2 serius.. aku sewot dan berlalu pergi, menuju rak di belakang sofa tempat ia duduk. Meneliti koleksi buku2nya dan berharap menemukan buku yang cukup menarik untukku hari ini. Tiba2 lengannya sudah melingkar di pinggangku.</p>
<p align="justify"><em>“sayang, meskipun ribuan wanita mengikutiku, aku tak akan meninggalkanmu karena mereka”</em></p>
<p align="justify"><em>“apa jaminannya? Tak akan ada yang bisa menjamin suatu hari kau tak akan berpaling dari aku mas”</em> jawabku tanpa menoleh kearahnya</p>
<p align="justify"><em>“stttt…”</em></p>
<p align="justify">Dibalikkannya tubuhku dan ditatapnya dalam2 mataku yang hanya sekian centi dari mata coklatnya. Tatapan penuh kesungguhan yang selalu membuatku meleleh dan tak berhenti berharap bahwa mata itulah yang akan kulihat ketika pertama kali aku terbangun di pagi hari.</p>
<p align="justify"><em>“kau tahu aku memang tak bisa memberikan jaminan apapun padamu,tapi aku yakin kau tahu aku mencintaimu melebihi siapapun”<br />
“dengar… jam ini memang bagus sekali, dan itu bertambah istimewa ketika kau yang memberikannya padaku… tapi sungguh aku lebih peduli bahwa ini adalah tanda cintamu, itu adalah nafasku say”<br />
“tidakkah begitu???” </em></p>
<p align="justify">Cintaku.. nafasnya… dan lagi2 matanya bersinar ketika mengangkat daguku dan mengecup bibirku meneriakkan ribuan kata cinta dalam kesenyapan.</p>
<p align="justify"><em>“terimaksih.. untuk cinta dan jam macho ini ya,”</em><br />
katanya sambil tersenyum… senyum yang membuatku tak pernah berhenti merindukannya. Kuanggukkan kepalaku mengiyakan.</p>
<p align="justify">Jam itu adalah hadiah ulang tahunnya yang ke 33, aku berkeliling Surabaya untuk mencari jam itu setelah aku melihatnya disebuah situs belanja online dan berusaha memesannya tapi mereka tidak memiliki stock lagi. Setelah menjelajahi 4 mall berbeda, aku begitu girang ketika menemukannya di mall terakhir dan… tinggal satu2nya.<br />
Begitulah aku, ketika jatuh cinta.. maka segala upaya akan aku perjuangkan. Dan ini juga tentang dia, si macho dengan jam tangan baru di pergelangan tangannya.. meskipun aku tahu bahwa kami tak akan pernah benar2 saling memiliki, meskipun pada akhirnya aku tak pernah bisa memilih upaya apapun untuk diperjuangkan.<br />
Tapi waktu membuktikan, aku memang tak menyerah tentang jam itu, tapi aku menyerah pada garis nasibku.</p>
<p align="center">___…..____</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=66&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/11/12/dan-saatnya-telah-tibasayang-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengejar Mbak-Mbak</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/10/03/mengejar-mbak-mbak/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/10/03/mengejar-mbak-mbak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 23:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Seminggu yang lalu, tepatnya sehari setelah asisten yang selama ini membantu segala pekerjaan yang berhubungan dengan rumahku mudik ke Cilacap,  aku sempat terkaget-kaget ketika membersihkan bagian belakang rumah kontrakan tersayang ini. Beberapa piring saji kesayangan sudah berjejer rapi disana. Hanya &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/10/03/mengejar-mbak-mbak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=53&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seminggu yang lalu, tepatnya sehari setelah asisten yang selama ini membantu segala pekerjaan yang berhubungan dengan rumahku mudik ke Cilacap,  aku sempat terkaget-kaget ketika membersihkan bagian belakang rumah kontrakan tersayang ini. Beberapa piring saji kesayangan sudah berjejer rapi disana. Hanya saja kali ini dalam kondisi yang mengenaskan, kotor dan tidak utuh lagi. <span id="more-53"></span>Yang membuatku agak gusar bukanlah ihwal si cantik yang pecah, tapi mengingat selama ini ‘blass&#8217; tidak ada laporan tentang barang rusak dirumah padahal jauh-jauh hari sudah diingatkan untuk <strong>JUJUR</strong>. Aturan sudah jelas, barang rusak tanpa faktor kesengajaan tak akan pernah diminta ganti, tapi laporan adalah keharusan. Kejadian barang-barang kesayangan tak bisa diselamatkan bukanlah yang pertama, tapi seingatku belum pernah asisten-asisten<em> </em>itu dihampiri amarahku gara-gara hal ini <em>mengingat sudah terlanjur.</em> Dan acara terkaget-kaget itu ternyata berlanjut sampai hari ini ketika menemukan ini dan itu dalam keadaan tak terduga. Akhirnya, niat untuk mengganti asisten di rumah bulat lat lat lat dan itu artinya <em>Pe Er</em> baru lagi buatku.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Urusan asisten yang di rumah disebut <strong>Si Mbak</strong> ini memang lumayan menguras pikiran, tenaga sesekali, dan tentu saja uang. Selama 4,5 tahun terakhir terhitung sudah 6 kali berganti <strong>Mbak</strong>. Sebelum pindah ke bandung memang rien selalu memakai jasa dua <strong>Mbak</strong>, bukan apa-apa.. tapi kekhawatiran tentang hani yang mungkin kurang terawasi membuatku melakukan usaha apa saja untuk memastikan hal itu biasa diminimalisir. Aku termasuk ibu bekerja yang beruntung karena selama ini mendapatkan mbak baru [ketika diperlukan] tanpa kesulitan apa-apa, menengok teman-teman ketika di Jakarta yang seringkali kelimpungan dengan urusan yang satu ini. Sampai-sampai seorang sahabat menobatkan masalah ini sebagai E<em>VERLASTING WORKING MOM&#8217;S AFFAIR</em> dan well, aku dan teman-teman yang lain-pun mengiyakan.  Ketika ada salah seorang dari kami yang bermasalah dengan <strong>Si Mbak</strong>, maka bisa dipastikan seluruh komunitas  pegawai putri menyebar bisik-bisik di kantor sibuk nanya kanan kiri membantu mencarikan pengganti&#8230; [ohh.. how I miss those moments].</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Memilih <strong>Si Mbak</strong> memang gampang-gampang susah, seperti mengejar layang-layang saja. Keberuntunganlah yang pada akhirnya bicara. Ahhh&#8230;. jadi inget juga sederet nama yang pernah menyandang predikat <strong>Si Mbak</strong> yang selama ini berjasa untuk rien, mulai dari Mbak Mi, Mbak Is, Mbak Mela, Mbak Yus, Mba Yaroh, Mbak Indri [yang kesemuanya berasal dari keluarga besar yang sama] dan yang terakhir Mba Hevi. Ada yang masih sangat muda, baru lulus SMP sampe yang sudah berusia sepantaran ibu. Ada yang super duper rajin sampe bisa menyelesaikan kejar paket C dengan nilai bagus selama bersama rien, ada yang malesnya minta ampun dah menghabiskan waktu bertelpon ria sepanjang hari. Ada yang sopan pake buanget, ada yang nda ngerti unggah-ungguh juga. Ada yang sangat JUJUR dan ada juga yang hoby berbohong. Dan tentu saja, sederet nama itu berakhir dengan sebuah kriteria panjang yang sekiranya harus dimiliki <strong>the next Mbak</strong>. Memang, sejujurnya rien sendiri tak terlalu yakin ada yang sesempurna itu.. tapi apa salahnya mencoba. Lagipula, memang begitulah yang sewajarnya, kesempurnaan kadang terbantahkan ketika dilihat dari sudut berbeda&#8230; dan lagi-lagi ini  sepertinya tentang  <em>toleransi</em> seperti pengejaran sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">So&#8230; saatnya berlari, Mengejar <strong>Mbak-Mbak</strong>&#8230; dan kali ini, harus dengan semangat tinggi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=53&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/10/03/mengejar-mbak-mbak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa untuk sahabatku&#8230;</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/doa-untuk-sahabatku/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/doa-untuk-sahabatku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 08:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/doa-untuk-seorang-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini longgar seperti biasa, alhamdulillah. Dan seperti biasa juga ku berlomba dengan waktu berusaha untuk mengubah detik-detik membosankan di depan mataku menjadi menyenangkan, menyulut semangatku sendiri. Setelah buku tak berhasil.. akhirnya aku putuskan membuka file-file lama yang kali ini &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/doa-untuk-sahabatku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=46&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Hari ini longgar seperti biasa, alhamdulillah. Dan seperti biasa juga ku berlomba dengan waktu berusaha untuk mengubah detik-detik membosankan di depan mataku menjadi menyenangkan, menyulut semangatku sendiri. Setelah buku tak berhasil.. akhirnya aku putuskan membuka file-file lama yang kali ini berisi puisi, tema yang masih mengepulkan asap di kepalaku&#8230;<span id="more-46"></span>Dan inilah salah satu yang aku temukan,</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:Georgia;color:maroon;">BUKAN CINTA </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">pagi ini…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">untuk kesekian kalinya…</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">perempuan itu tetap diam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">melangkah di jalanan yang sama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">mencoba memenuhi hatinya dengan harum melati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">mewarnai jiwanya dengan indah pelangi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">dan mengaliri dirinya dengan segarnya embun pagi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">bukan dengan rekah2 kelopak sang bunga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">bukan dengan bias sang cahaya yang memayungi awan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">dan bukan dengan kilau  kristal di ujung dedaunan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">tapi dengan sebuah bayang berbingkai harap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">meski dia tahu..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">dia tak akan pernah bisa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">karena nama itu, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">tetap saja&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">BUKAN CINTA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:10pt;font-family:Georgia;">Bandung, 25th of April</span></p>
<p class="MsoNormal"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p>Puisi lama yang aku buat ketika baru tiba di Bandung. Terispirasi dari seorang sahabat yang tak jua menjatuhkan tambatan hatinya meskipun usia sudah bisa dibilang lebih dari sekedar matang, gundah yang sering ia bagi kadang membuat aku bertanya2 kenapa ia seolah tak mencoba menjawabnya sendiri. Dan itu akan dia akhiri dengan kalimat yang sama &#8220;Cinta itu kan nggak bisa dipaksain rien, aku mencobanya berkali-kali dan selalu gagal&#8221; tentu saja setelah sekian jam mengalirkan cerita tentang si A dan si B yang ternyata tak berhasil menumbuhkan cinta dalam hatinya.</p>
<p>Glekk&#8230;  aduhh, kalau diajak berdebat tentang makhluk bernama cinta aku rasa sebaiknya aku mengalah. Sesekali hanya tergoda untuk bertanya sebenarnya dimana letak kesalahannya, takdirkah atau memang kita.. manusia yang tak tahu bagaimana cara yang benar untuk menjalaninya, atau mungkin ini hanya tentang ego dan ketidak bersediaan kita untuk melihatnya dengan cara yang berbeda, wallahu a&#8217;lam.. aku tak berani mengira-ngira lagi.</p>
<p>Hanya doa yang selalu aku panjatkan semoga hari yang dinanti akan tiba untuknya, dimana sang tambatan hati mengandeng tangannya untuk berjalan bersama&#8230;. melewati sebuah pintu baru untuk menyempurnakan setengah agamanya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rienayesha.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rienayesha.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=46&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/doa-untuk-sahabatku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masa lalu, sampai kapan ia mengikuti&#8230;</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/masa-lalu-sampai-kapan-ia-mengikuti/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/masa-lalu-sampai-kapan-ia-mengikuti/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 22:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa menit yang lalu terdengar alunan suara Rick Price dengan If You Were My Baby nya. Dan degg, lagi-lagi ingatan kembali ke Jakarta. Ini bukan tentang kisah romantis dimasa lalu seperti isi lagu itu, bukan juga tentang sang sahabat yang &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/masa-lalu-sampai-kapan-ia-mengikuti/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=38&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm2.static.flickr.com/1176/909415967_f9ba73060e.jpg?v=0" alt="" /></p>
<p>Beberapa menit yang lalu terdengar alunan suara Rick Price dengan <em>If You Were My Baby</em> nya. Dan degg, lagi-lagi ingatan kembali ke Jakarta. Ini bukan tentang kisah romantis dimasa lalu seperti isi lagu itu, bukan juga tentang sang sahabat yang dulu getol mencarikan lagu ini untukku, tapi tentang masa-masa indah yang terlewati ketika di jakarta.. ditengah-tengah mereka yang selalu bersinergi denganku, tempat yang begitu bersahabat denganku dan atmosfer yang selalu menyejukkanku.<span id="more-38"></span>Sebenarnya jakarta dan segala kenangannya tidaklah sempurna, sama seperti yang lain. Tapi&#8230; bagiku terasa sangat berbeda ketika aku mendapati diriku disini saat ini. Mungkin, memang aku yang kurang bersyukur dengan apa yang aku dapat, atau aku yang kurang berusaha mendapatkan apa yang kusebut sebagai kenyamanan, atau aku yang terlalu tinggi memasang target.</p>
<p>Setiap kali memandang sesuatu, maka secara spontan aku akan berkata <em>Dulu di jakarta bla bla bla</em> dan entahlah, meskipun akhirnya kadang terasa agak bodoh.. kata-kata itu seringkali tak bisa kubendung. Dan entahlah.. apakah orang-orang disekelilingku mampu membaca kebenaran bahwa sebenarnya itu bentuk kekecewaanku.<br />
Harusnya memang tak ada kecewa, toh sebenarnya yang telah kudapatkan jauh melebihi yang pantas buatku.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Burung-burung berkicau di pepohonan pagi ini<br />
Entah sedang bercerita, bergosip, entah bernyanyi<br />
yang kutahu tiba-tiba aku begitu membenci kicauan itu<br />
yang kuingin saat ini adalah kebisuan sang waktu</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Ketika tak bisa kutahan lagi amarahku&#8230;<br />
Kuusir mereka pergi dari jendelaku<br />
Tapi..<br />
Tiba-tiba kusadari.. <em>salah</em> itu mestinya juga ada padaku<br />
Burung-burung itu tak pantas menerima akibat galaunya hatiku<br />
Karena akulah yang mengharapkan kebisuan dalam alunan lagu</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Mungkin juga&#8230;<br />
Ini semua karena aku yang salah memilih waktu&#8230; </strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p>Aku tahu, harus berbenah lagi dan lagi&#8230; menata masa lalu di tempat yang semestinya, agar ia tak lagi mengikuti kemanapun aku pergi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rienayesha.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rienayesha.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=38&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/18/masa-lalu-sampai-kapan-ia-mengikuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1176/909415967_f9ba73060e.jpg?v=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nu community&#8230; nu jealousy darling??</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/13/nu-community-nu-jealousy-darling/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/13/nu-community-nu-jealousy-darling/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 14:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Agak sulit rupanya memberi pengertian bahwa cyber dan kenyataan adalah dua dunia yang berbeda terutama untuk mereka yang hanya melihat sekilas dari luar, pengamat yang tak pernah benar2 mencoba masuk sendiri ke dalam dunia maya. Meskipun banyak kesamaan dan sangat &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/13/nu-community-nu-jealousy-darling/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=34&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agak sulit rupanya memberi pengertian bahwa cyber dan kenyataan adalah dua dunia yang berbeda terutama untuk mereka yang hanya melihat sekilas dari luar, pengamat yang tak pernah benar2 mencoba masuk sendiri ke dalam dunia maya. Meskipun banyak kesamaan dan sangat mirip, ada banyak hal yang tidak bisa tergantikan.</p>
<p>Lalu.. haruskah sekarang, untuk kesekian kalinya.. itu menjadi masalah yang harus terus menerus diperdebatkan???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rienayesha.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rienayesha.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=34&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/09/13/nu-community-nu-jealousy-darling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatigue..</title>
		<link>http://rienayesha.wordpress.com/2008/08/16/fatigue/</link>
		<comments>http://rienayesha.wordpress.com/2008/08/16/fatigue/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 17:49:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rienayesha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rienayesha.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini aku selalu drop ketika menginjakkan kaki di rumah. Meskipun tadinya selama bekerja aku merasa tak ada masalah apapun tapi tetap saja ketika adzan maghrib terdengar, maka itu juga menjadi pertanda bahwa aku tak akan kuat mengangkat kepalaku &#8230; <a href="http://rienayesha.wordpress.com/2008/08/16/fatigue/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=31&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari ini aku selalu <em>drop</em> ketika menginjakkan kaki di rumah. Meskipun tadinya selama bekerja aku merasa tak ada masalah apapun tapi tetap saja ketika adzan maghrib terdengar, maka itu juga menjadi pertanda bahwa aku tak akan kuat mengangkat kepalaku kecuali jika aku paksakan dengan sangat. Dan yang lebih mengganggu.. setelah itu aku akan terbangun di tengah malam dengan kepala yang luar biasa berat, tapi tak akan bisa memejamkanmata lagi untuk beberapa saat berikutnya.<br />
Sama seperti hari ini, aku baru saja terbangun dengan kepala yang terasa aneh plus haus yang luar biasa dan karena itu juga&#8230; aku disini lagi.</p>
<p>Semoga ini tak akan lama&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rienayesha.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rienayesha.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rienayesha.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rienayesha.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rienayesha.wordpress.com&amp;blog=3797500&amp;post=31&amp;subd=rienayesha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rienayesha.wordpress.com/2008/08/16/fatigue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98be41371b0e92b5a7155001f346cab8?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">rienayesha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
